Langsung ke konten utama

6 ALASAN MENGAPA UMAT ISLAM MENOLAK MENUHANKAN YESUS




Sesuai dengan judul di atas; "6 ALASAN MENGAPA UMAT ISLAM MENOLAK MENUHANKAN YESUS !!" Berikut akan saya paparkan BEBERAPA ALASAN TEOLOGIS RASIONIL yang di dasarkan pada ayat-ayat Alkitab,sehingga TERJAUH DARI EMOSI SUBYEKTIF.Ayat-ayat di bawah ini menegaskan bahwa memang YESUS TIDAK LAYAK DIANGKAT SEBAGAI TUHAN,APALAGI UNTUK DIPERCAYA SEBAGAI ALLAH:

1.YESUS TIDAK MAHA MENGETAHUI

INJIL MARKUS 11:12-13
12."Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridnya meninggalkan Betania,Yesus merasa lapar.
13.Dan dari jauh ia melihat pohon Ara yang sudah berdaun.Ia mendekatinya untuk melihat KALAU-KALAU ia mendapat apa-apa pada pohon itu.Tetapi waktu ia tiba di situ,ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja,sebab MEMANG BUKAN MUSIM BUAH ARA."

Ayat ini menunjukkan dengan jelas,bahwa YESUS TIDAK MENGETAHUI MUSIM,oleh sebab itu Yesus bukan Tuhan,karena TUHAN ITU MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU YANG DICIPTAKANNYA TERMASUK MUSIM.

2.YESUS LEMAH DAN BISA BERADA DALAM PENCOBAAN IBLIS.

Bacalah dengan teliti INJIL MATIUS 4:1-11 dan INJIL LUKAS 4:1-13.Bila anda membacanya dengan teliti,nyatalah sudah bahwa Yesus hanyalah seorang HAMBA ALLAH layaknya kita semua yang tidak bisa luput dari godaan,rayuan,bujukan dan pencobaan setan/Iblis.Dalam ayat diatas,Iblis sadar sepenuhnya bahwa yang sedang dia goda adalah manusia biasa,sehingga Iblis berani mencoba untuk mendustainya dengan menjanjikan serta mengiming-imingi Kuasa serta Kemuliaan Kerajaan Dunia.Kalau memang Yesus itu Tuhan,maka tentu saja Iblis tidak akan berani dan pasti malu menjanjikkan sesuatu yang bukan miliknya tapi milik Tuhan itu sendiri.Bukankah Tuhan yang Mempunyai Segala Kerajaan baik di Langit maupun di Dunia?Apakah sedemikian kuat dan perkasanya seorang Iblis sampai-sampai dia berani dan mampu mencobai Penciptanya sendiri?Bahkan sampai memerintahkan Tuhan untuk sujud menyembah kepadanya?Tuhan apakah yang begitu lemah terhadap makhluk ciptaan-Nya yang hina?

3.YESUS LAPAR.

INJIL MARKUS 11:12
"Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridnya meninggalkan Betania,YESUS MERASA LAPAR."
INJIL MATIUS 4:2
"Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam,AKHIRNYA LAPARLAH YESUS."
INJIL LUKAS 4:2
"Di situ ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis.Selama di situ ia tidak makan apa-apa dan SESUDAH WAKTU ITU IA LAPAR."

Ke-3 ayat diatas cukup jelas menunjukkan kepada kita bahwa Yesus layaknya kita semua juga sering merasa lapar.Oleh sebab itu Yesus tidak layak disembah,sebab yang harus kita sembah adalah Tuhan YANG MAHA MENCUKUPI segala kebutuhan hamba-Nya.Bagaimana mungkin Tuhan mampu mencukupi kebutuhan hamba-Nya kalau Dia sendiri juga merasa lapar?

4.YESUS KETAKUTAN

INJIL MARKUS 14:33
"Dan ia membawa Petrus,Yakobus dan Yohanes sertanya.IA SANGAT TAKUT DAN GENTAR."
INJIL LUKAS 22:43-44
43."Maka SEORANG MALAIKAT DARI LANGIT MENAMPAKKAN DIRI kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya.
44.IA SANGAT KETAKUTAN dan makin bersungguh-sungguh berdoa.Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah."

Dari ayat-ayat diatas,jelas bagi kita bahwa Yesus mengalami rasa takut yang wajar sebagai manusia biasa layaknya kita semua.Oleh sebab itu Yesus bukan Allah,sebab ALLAH adalah TUHAN YANG MAHA KUAT DAN MAHA PERKASA SERTA MAHA MELINDUNGI hamba-hamba-Nya.Bagaimana mungkin Tuhan bisa melindungi makhluk ciptaan-Nya,kalau Dia sendiri takut dengan ciptaan-Nya,bahkan bagaimana mungkin Dia takut hanya kepada malaikat ciptaan-Nya?

5.YESUS DIRENDAHKAN,DILUDAHI DAN DIPUKULI.

INJIL MATIUS 27:30
"Mereka MELUDAHINYA dan mengambil buluh itu dan MEMUKULKANNYA KE KEPALANYA."

Dari ayat ini kita dapat melihat begitu lemahnya Yesus dalam menghadapi penyiksaan kaumnya.Oleh sebab itu Yesus bukanlah Tuhan Allah yang layak kita sembah,sebab ALLAH adalah TUHAN YANG MAHA TINGGI DAN MAHA MULIA SERTA YANG MAHA MEMILIKI SEGALA KERAJAAN DI LANGIT DAN DI BUMI sehingga mustahil Ia dapat direndahkan dan dipermainkan oleh segelintir makhluk ciptaan-Nya.

6.KESAKSIAN PARA MURID DAN MASYARAKAT DI ZAMAN YESUS.

INJIL MATIUS 21:10-11 DAN 21:46
10."Dan ketika ia masuk ke Yerusalem,gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata;Siapakah orang ini?
11.Dan orang banyak itu menyahut; INILAH NABI YESUS DARI NAZARET DI GALILEA."
46."Dan mereka berusaha untuk menangkap dia,tetapi mereka takut kepada orang banyak,karena ORANG BANYAK ITU MENGANGGAP DIA NABI."
INJIL LUKAS 7:16
"Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah,sambil berkata; SEORANG NABI BESAR TELAH MUNCUL di tengah-tengah kita,dan Allah telah melawat umat-Nya."
INJIL LUKAS 24:19
"Katanya kepada mereka;Apakah itu? Jawab mereka;Apa yang terjadi dengan YESUS ORANG NAZARET.DIA ADALAH SEORANG NABI,yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami."

Sudah jelas dari ayat-ayat di atas,semasa hidupnya Yesus di kenal luas sebagai SEORANG NABI,dan belum ada waktu itu yang menganggapnya sebagai Tuhan.

Komentar

  1. ya itu masalah keyakinan, silakan saja kalau mau dipahami seperti itu.
    kalau boleh saya memberi ilustrasi, seorang Ayah yg baik ketika menyuruh anaknya untuk melaksanakan Shalat, apa yg dilakukannya? baca koran? atau Shalat bersama-sama si anak?
    Mana yang lebih mudah mengajari orang lain dengan berbicara melalui telepon atau langsung tatap muka dan praktek?

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali. tapi apakah ayah itu mengajak sembahyang bersama dan MENYEMBAH DIRINYA ?

      Hapus
  2. Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
    Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
    Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
    Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (Al Ikhlas : 1-4)

    Itu sudah sangat jelas.. tapi hidayah memang hanya datang dari Allah SWT. Sejelas apapun dijelaskan kalau tidak menerima hidayahNya maka semuanya sia-sia. Naudzubillahimindzalik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhlak Pecinta Ahlulbait

Oleh: Syaikh Shaduq 1. Dari Ayahandaku, semoga Allah swt memberi rahmat kepadanya, ia mengatakan telah meriwayatkan kepadaku Ali Bin Husain Asyad Abadi dari Jabir bin Ju’fi, ia mengatakan telah berkata Abu Ja’far: “Apakah cukup yang menjadi syiah dengan hanya mengatakan cinta kepada Ahlulbait? Imam menjawab, “Demi Allah , tiada lain Syiah kami adalah mereka yang bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya, Mereka hanya dikenal dengan ketawadhuan, kekhusyu’an, menunaikan amanat, dan banyak berdzikir kepada Allah, shaum, shalat, berbuat baik kepada orang tua, baik kepada tetangga yang miskin, yang fakir, yang punya hutang, anak-anak yatim, jujur, membaca Quran, menjaga lisan kecuali dengan perkataan yang baik, Orang-orang syiah adalah amanah bagi para keluarga mereka”. Jabir kemudian mengatakan: “Wahai putra Rasulullah saw, kami mengenal mereka tetapi tidak memiliki sifat-sifat seperti ini”. Beliau mengatakan,” Wahai Jabir janganlah engkau bermazhab kepada orang-...

Kenapa Selalu Berpecah-belah?

Oleh : Imam Khomeini r.a. S esungguhnya kita tidak mengetahui tujuan perpecahan dan bergolong-golongan itu. Apakah perpecahan itu tercetus karena kepentingan dunia semata-mata, atau perkara manakah yang menyebabkan Saudara berpecah-belah karena dunia? Sesungguhnya perpecahan Saudara tentang urusan keduniaan itu suatu perkara yang aneh! Ya Allah, bagaimana hal ini bisa terjadi pada Saudara yang berilmu pengetahuan dan memakai sorban?! S esungguhnya seorang ulama yang membayangkan hubungannya dengan Allah dibalik alam tabi’i (alam tabiat) ini, seorang alim yang terdidik di madrasah Islam, yang melalui proses pembenahan syakhsyiyyah yang kokoh, mengetahui benar-benar bahwa adalah mustahil mempunyai hasrat dan tujuan yang bersifat keduniaan serta didorong oleh keserakahan hawa nafsu. Sesungguhnya dia tidak berpikir demikian untuk menghadapi perselisihan, masalah krisis pribadi dan bergolong-golongan karena kepentingan dunia. Wahai, dai-dai yang menyeru ke jalan Allah, yang...

AS dan Strateginya Menghadapi Kebangkitan Islam

Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran dan dimulainya proses kebangkitan Islam, wacana dunia Islam memiliki definisi dan makna baru yang tak lagi terikat dengan batasan geografis. Republik Islam Iran sebagai pusat gejolak dan kebangkitan Islam merupakan markas krisis dan gejolak. Harus diakui bahwa pengaruh terpenting dari Revolusi Islam Iran adalah dampaknya terhadap kebangkitan dunia Islam. Prosesnya tidak hanya terjadi dalam kehidupan spiritual individu saja melainkan menjalar hingga ke sektor politik. Saat ini, agama Islam dijadikan sebagai landasan politik dan bahkan undang-undang negara-negara Islam. Sebab itu, gelombang kebangkitan Islam dalam lembaga dan organisasi perjuangan anti-aroganisme kini memilki format baru. Sejak empat abad lalu, dunia merupakan ajang pementasan kolonialisme dan imperialisme Barat. Namun Revolusi Islam Iran telah mengilhami setiap bangsa untuk bangkit melawan arogansi Barat khususnya AS. Dukungan para pemimpin Republik Islam Iran ter...